2. Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

2.1 Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk umumnya merupakan salah satu faktor penting dalam masalah ekonomi & lebih khusus lagi dalam masalah kependudukan. Mengapa demikian ?
 
Contoh : Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk disuatu daerah berbanding lurus dengan semakin meningkatnya kebutuhan makanan, perumahan, lowongan kerja dll.

Namun, jika pertumbuhan penduduk tersebut tidak diimbangi dengan kebutuhan-kebutuhan diatas maka akan menimbulkan masalah-masalah seperti: bertambahnya angka pengangguran , kemiskinan & kriminalitas.

Perkembangan penduduk dunia dari tahun 1830 sampai 2006 sebagai berikut :

Dilihat dari tabel diatas jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat, pertumbuhan penduduk semakin cepat & penggandaan penduduk (double population) jangka waktunya makin cepat pula. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

 
Waktu penggandaan penduduk dunia berikutnya diperkirakan 35 tahun. Perkembangan/pertambahan penduduk suatu daerah atau negara dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
  1.  Kematian (Mortalitas)
  2.  Kelahiran (Fertilitas)
  3.  Migrasi


2.2 Kebudayaan & Kepribadian 

Dari berbagai penelitian Antropologi menunjukan bahwa adanya kolerasi antara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian suatu anggota masyarakaat di suatu daerah. Ada juga yang mengatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa mencerminkan kepribadian dari bangsa itu sendiri.

Dengan begitu jika kita melihat ke sisi sikap pemilik suatu kebudayaan itu sendiri, manakala suatu pemilik kebudayaan itu sendiri menganggap segala sesuatu yang terangkum dalam segala materi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang logis, normal & selaras dengan kodrat alam dalam tabiat asasi manusia & sebagainya.

Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai & sistem kaidah sebagai suatu konkretisasi. Nilai & kaedah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Suatu kaidah misalkan kaidah hukum memberikan batas-batas pada perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu "aturan permainan" dalam pergaulan hidup masyarakat tersebut. Sebaliknya, segala hal yang berbeda dari corak kebudayaan mereka, dianggap aneh, rendah, kurang susila & bertentangan dengan kodrat alam dsb.

Contoh:
    Di Indonesia pada umumnya, apabila seorang wanita hamil tidak mempunyai suami, ia adalah image seseorang yang telah melanggar adat/kebiasaan suatu keluarga, masyarakat dan bangsa pada umumnya. Budaya/adat istiadat keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia yang berakar dari ajaran agama tidak membenarkan & tidak mentolerir hal semacam itu, baik oleh lingkungan keluarga atau masyarakat orang itu akan dikucilkan, dicibir & direndahkan harkatnya. Sebab ia telah melanggar adat istiadat keluarga atau masyarakat di sekelilingnya. Secara langsung atau tidak langsung, lingkungan masyarakat dimana ia berdomisili telah memberikan sanksi atas perbuatannya yang melanggar tata budaya/kepribadian masyarakat dan bangsa.

Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Di luar itu, ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat dan bangsa juga tercermin pada penampilan sikap hidup sehari-hari.

Dari hal itulah disampaikan kesan-kesan positif pada turis-turis asing yang pernah berkunjung ke Indonesia, menyatakan bahwa salah satu ciri khas kepribadian bangsa Indonesia adalah : memiliki sifat ramah tamah, suka menolong, dan bersifat gotong royong. Mengapa turis asing mengungkapkannya sedemikian rupa ? Sebab, mereka telah mengamati dan merasakan sifat ramah tamah & gotong royong dalam kegiatan sehari-hari dimana-mana. Semuanya mereka temukan tidak dalam polesan atau berpura-pura

Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat gotong royong adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Republik Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.


2.3 Kebudayaan Barat

Salah satu yang memberikan corak lain dalam kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia yaitu kebudayaan barat. Kedatangan kaum kolonialis/penjajah ke bangsa Indonesia, terutama Belanda merupakan awal masuknya kebudayaan barat. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota provinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, dikota-kota pusat pemerintahan, terutama Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial.

  1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.
  2. Lapisan kaum pegawai.
Dalam lapisan sosial kedua itulah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat pertama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.

Kebudayaan Eropa juga ada yang masuk kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama katolik dan agama Kristen Protestan.Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama didaerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama. Daerah itu misalnya : Irian Jaya , Maluku Tengah & Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah , NTT dan pedalaman Kalimantan.

Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Akan tetapi disesuaikan kebudayaan baru dengan kebudayaan lama.

Sehubungan dengan itu, penjelasan UUD 1945 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah : kebuyaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Lebih lanjut dalam penjelasan UUD 1945 itu juga ditunjukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju ke arah kemajuan adab budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan temu ilmiah budaya di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 24 Desember 1984. Prof Dr.A.Mattulada menilai kebuayaan Indonesia kontemporer yang tumbuh dari kebudayaan asli Nusantara, Hindu, Islam dan kebudayaan modern (Eropa-Amerika) yang berbeda-beda konfigurasinya, sekarang dipahami sebagai kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

Namun, itu belum semuanya diterima merata sebagai milik nasional. Lebih jauh dikatan bahwa kebudayaan modern sekarang yang berpangkal pada ilmu ekonomi dan kemajuan teknologi dengan ciri otonominya juga goncang sehingga merendahkan martabat umat manusia.

Dengan keadaan yang sangat rawan ini sesungguhnya sangat menguntungkan bagi pembangunan kebudayaan Indonesia, yakni dengan Falsafah Pancasila. Pancasila telah menunjukan dasar pemikiran yang mewarnai aspirasi-aspirasi zaman mutakhir, terhadap pendapat-pendapat umum dengan rumusannya humanisme baru. Pancasila sebagai rumusan kepercayaan kepada realitas, sesungguhnya sejalan dengan rumusan humanisme baru yang tumbuh menjadi hasrat umum zaman mutakhir.


Sumber/Refrensi:

Katuuk, Harwantiyoko N.F. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.



Soal Pilihan Ganda

1. Perutumbuhan penduduk yang tidak terkendali dalam suatu daerah atau negara dapat mengakibatkan....
    a. Bertambahnya kesejahteraan penduduk sekitar.
    b. Banyaknya wilayah-wilayah yang kurang memadai fasilitas kehidupanya.
  c. Meningkatnya angka kemiskinan, kriminalitas & susahnya mencari lapangan pekerjaan yang layak/bertambahnya pengangguran.
    d. a, b dan c benar.
    *Jawaban benar = c

2. Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu....
    a. Migrasi.
    b. Kelahiran (Fertilitas).
    c. Kematian (Mortalitas).
    d. a, b dan c semua benar.
    *Jawaban benar = d

3. Kebutuhan terhadap makanan, tempat tinggal, dan pakaian adalah merupakan kebutuhan pokok yang....
    a. mau tidak mau harus dipenuhi (kebutuhan primer).
    b. merupakan kebutuhan sekunder.
    c. tidak mutlak.
    d. a, b dan c benar.
    *Jawaban benar = a.

4. Ciri khas kepribadian bangsa Indonesia yang dikenal oleh orang-orang asing yaitu....
    a. Ramah tamah.
    b. Suka menolong.
    c. Bergotong royong.
    d. a, b dan c benar.
    *Jawaban benar = d.

5. Bagaimana sebainya sikap kita dalam menanggapi pengaruh budaya barat ?
    a. Menerima seluruhnya dengan suka rela.
  b. Menerimanya namun disesuaikan dengan budaya kita sendiri dan juga berpedoman dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
    c. Menolak/tidak menerima keseluruhan dari budaya barat itu sendiri.
    d. a dan b benar.
    *Jawaban benar = b.

Comments

Popular posts from this blog

Pengenalan Tek.Internet & New Media - [Comparison] Shield Android TV vs Razer Forge TV

Sentiment Analysis Twitter Menggunakan Python dan Library Textblob

Pengantar Web Science: Apakah Web Science itu???