IBD (Ilmu Budaya Dasar) - Hubungan Jasmani, Rohani dan Akal Manusia Dengan Budi Pekerti

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Makalah ini penulis buat sebaik dan serapi mungkin untuk mengumpulkan tugas Ilmu Budaya Dasar agar mendapatkan nilai yang sempurna. Selain itu agar penulis mendapatkan tambahan ilmu dari membuat makalah tentang Ilmu Budaya Dasar ini, sehingga penulis dapat lebih memperhatikan tentang hal-hal yang bersangkutan dan dapat penulis terapkan di kehidupan sehari-hari dengan baik.

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa hubungan dari jasmani & rohani terhadap budi pekerti?
2.      Apa hubungan akal manusia dengan budi pekerti?

1.3  Tujuan
            Dalam penulisan makalah ini, memiliki beberapa tujuan yaitu:
1.      Mengetahui dan memahami hubungan jasmani & rohani dengan budi pekerti
2.      Mengetahui dan memahami hubungan akal manusia dengan budi pekerti.








BAB II
PEMBAHASAN
           
            Pendidikan jasmani dan rohani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan pikiran untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional (Suherman, 1998). Peningkatan dan pengembangan pendidikan jasmani dan kesehatan pada pendidikan dasar diarahkan pada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani dalam rangka pembinaan watak, disiplin, dan sportivitas.
            Salah satu upaya untuk pencapaian hal tersebut adalah pendidikan jasmani dan rohani hendaknya mengembangkan materi pembelajaran pendidikan jasmani dan rohani dengan berbagai model permainan yang sesuai dengan tingkat partumbuhan dan perkembangan anak yang dapat memberikan dan merangsang semua anggota tubuh berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan hanya mengajarkan aspek motorik saja, tetapi juga aspek biologis mentalitas (psikologis) maupun aspek sosial yang dapat dikembangkan.
            Sesuai dengan yang diungkapkan oleh (Cholik & Lutan, 1996), secara sederhana, pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk hal-hal seperti berikut:
 Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial.
 Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani.
 Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali.
 Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan.
            Berdasarkan uraian di atas, jelas pendidikan jasmani dan rohani dapat membentuk karakter yang kuat bagi siswa, baik fisik, mental, maupun sosial sehingga di kemudian hari diharapkan menjadi manusia yang berakhlakul karimah, bermoral dan berwatak baik serta mandiri dan bertanggung jawab. Dengan begitu dapat terbentuk suatu budi pekerti yang baik. Dengan begitu hubungan pendidikan jasmani dan rohani sangatlah penting dalam membentuk suatu budi pekerti individu.

            Selain itu manusia diktakan pula sebagai makhluk budaya. Budaya dapat diartikan sebagai pikikan atau akal budi. (Pusat Bahasa Diknas 2001: 169) Sehingga makhluk budaya dapat diartikan sebagai makhluk yang memiliki pikiran atau akal budi. Sebagai makhluk budaya, manusia memiliki akal dan jiwa yang mengatur atau menentukan perilaku manusia. Tiap orang sebagai individu memiliki kekhasan perilaku dab pembawaan sfat atau karakter yang berbeda satu sama lainnya yang disebut sebagai kepribadian. Isi dari kepribadian terdiri dari pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri, Pengetahuan merupakan unsur-unsur atau segala sesuatu yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung di dalam otak manusia melalui penerimaan panca inderanya serta alat penerima atau reseptor organismanya yang lain. (Koentjaraningrat, 1986: 101-111)
            Kalau unsur perasaan muncul karena dipengaruhi oleh pengetahuan manusia, maka kesadaran manusia yang tidak ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuan manusia melainkan karena sudah terkandung dalam organismanya disebut sebagai naluri. Sehubungan dengan naluri tersebut, kemauan yang sudah merupakan naluri pada tiap manusia disebut sebagai “dorongan” (drive), maka disebut juga sebagai dorongan naluri. Macam-macam dorongan naluri manusia , antara lain adalah: 1. Dorongan untuk mempertahankan hidup; 2. Dorongan sex; 3. Dorongan untuk usaha mancari makan; 4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengn sesama manusia; 5. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya; 6. Dorongan untuk berbakti; 7. Dorongan akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara, atau gerak. (Koentjaraningrat, 1986: 109-111)
            Dikaitkan dengan akhlak dan budi pekerti, manusia sebagai makhluk yang memiliki pikiran dan akal budi yang didasari dengan pengetahuan yang diperkuat oleh perasaan dan dorongan naluri alamiah, tentunya dapat mejalankan kehendak kehidupannya sesuai dengan akhlak dan budi pekerti yang bersifat positif yang menghasilkan suatu orientasi terhadap nilai-nilai budaya yang nantinya akan menjadi pedoman bagi kehidupannya.






BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
           
            Dalam pembentukan budi pekerti manusia atau masing-masing individu dalam kehidupan ini membutuhkan berbagai faktor-faktor penting yang diantaranya seperti pendidikan jasmani dan rohani yang mendorong/menstimulus individu itu sendiri agar baik akhlak, sikap maupun budi pekerti yang bagus seperti yang diuraikan diatas.
            Selain itu peranan akal manusia masing-masing individu juga penting dalam membentuk suatu budi perkerti yang baik. Karena dengan adanya akal, manusia memiliki naluri alamiah tersendiri yang diharapkan dapat mendorong dirinya sendiri dalam berbudi pekerti yang baik dan kearah yang positif.

3.2  Saran

            Dengan mempelajari dan memahami hubungan Antara jasmani, rohani & akal pikiran dengan budi pekerti kita dapat menambah wawasan tentang yang uraikan diatas, penulis menyarankan agar pembaca termotivasi untuk mengubah akhlak, mengubah budi pekerti yang dimiliki masing-masing kea rah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.


DAFTAR PUSTAKA

Mulyaningsih, Farida. Pengaruh Pendidikan Jasmani Terhadap Pembentukan Budi Pekerti.

Comments

Popular posts from this blog

Pengenalan Tek.Internet & New Media - [Comparison] Shield Android TV vs Razer Forge TV

Sentiment Analysis Twitter Menggunakan Python dan Library Textblob

Pengantar Web Science: Apakah Web Science itu???