8. Pertentangan Pertentangan Sosial
PERTENTANGAN – PERTENTANGAN SOSIAL
A. Pertentangan sosial
Pertentangan sosial tidak luput dari masalah masyarakat, maksudnya
pertentangan sosial adalah dimana timbulnya kepentingan dari invidu satu dengan
yang lain dalam mencari mencapai kepentingannya. Tiap masyarakat memiliki
kepentingan atau keinginan yang dicarinya, jadi saat pemerintahan melakukan
sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka masyarakat akan melakukan
penolakan atau pemberontakan atas tingkah laku pemerintah.
B. Prasangka dan Diskriminasi
Sikat negatif terhadap sesuatu, disebut prasangka. Walaupun dapat di
garis bawahi prasangka juga dapat menuju ke hal positif. Karena prasangka
bersumber dari sikap, sedangkan diskriminasi menunjuk kepada suatu tindakan.
Sebab – sebab timbulnya Prasangka dan
Diskriminasi
- Berlatar belakang sejarah
- Dilatar belakangi oleh perkembangan sosial – kulrutal dan situasional
- Bersumber dari faktor kepribadian
- Berlaatr belakang dari perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
C. Konflik
Konflik berasal dari kata kerja Latin configure yang berarti
saling memukul. Konflik di artikan sebagai suatu proses sosial dimana satu
pihak menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak
berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh
perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.
Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik,
kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Penyebab konflik adalah sebagai berikut :
- Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
- Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi – pribadi yang berbeda
- Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
- Perubahan – perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat
Selama terjadinya konflik yang selalu muncul selama ini dalam kehidupan
atau kelompok, adapun cara pemecahan konflik sebagai berikut :
- Elimination, yaitu mengundukan diri dari salah satu pihak yag terlibat konflik
- Subjugation atau domination, salah satu pihak yang memiliki kekuatan yang besar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya
- Majority Rule, dengan melakukan keputusan (voting) terbanyak tanpa mempertimbangkan argumentasi.
- Minorty Consent, kelompok mayoritas yang memenangkannya, namun tidak merasa menang dan menerima keputusan untuk melakukan kegiatan bersama
- Compromise, kedua pihak yang terlibat konflik mencari dan mendapatkan jalan tengah
- Integration, mempertimbangkan semua diskuti tentang pertentangan dan mencapai sebuah keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.
D. Integrasi Masyarakat
Integrasi sosial masyarakat dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur – unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masayarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki
keserasian fungsi.
Integrasi memilki 2 pengertian, yaitu :
- Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
- Membuat suatu keselurutuhan dan menyatukan unsur – unsur tertentu
Refrensi :
Neltje F. Katuuk, Harwantiyoko.
1997. MKDU ILMU SOSIAL DASAR. Jakarta: Gunadarma
http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial
Comments
Post a Comment